ILMU BUDAYA DASAR
Kelompok V
Nama : Atikah Afritanti 11214191
Fairuz Khairunnisa 12218413
Fariz Rheza M. 12218562
Riska Pebrianti 16218226
Rivaldo Marcellino A. 16218252
Kelas : 1EA24
MANUSIA DAN PENDERITAAN
I. Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita.
Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau
menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak
menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir
dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas
penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan.
Namun peranan individu juga menentukan
berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap
penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.
Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi
seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan
kebahagiaan.Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Banyaknya macam kasus penderitaan
sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami
manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau
menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis, penyembuhan nya terletak paa
kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.
II. Pengertian Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai
siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani.
Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang
sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang
berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang
menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan
agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan.
Para ahli ilmu jiwa cenderung
berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis
yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya
akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah lakupercaya bahwa suatu
phobia adalah problem nya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya
mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan
ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan
terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.
III. Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi
dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental
adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan
yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang
wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami
kekalutan mental, sebagai berikut :
1.
Nampak pada jasmani yang sering merasakan
pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2.
Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,
ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan, sebagai berikut
:
1.
Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala
kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani
2.
Usaha mempertahankan diri dengan cara negative
3.
Kekalutan merupakan titik patah (mental
breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental,
sebagai berikut :
1.
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani
atau mental yang kurang sempurna
2.
Terjadinya konflik sosial budaya
3.
Cara pematangan batin yang salah dengan
memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial
Proses kekalutan mental yang dialami
seseorang mendorongnya kearah positif dan negatif.
Positif : Trauma jiwa yang dialami dijawab
dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan
sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam
hidupnya.
Negatif : Trauma yang dialami diperlarutkan
sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak
tercapai nya apa yang diinginkan.
Bentuk frustrasi antara lain :
1.
Agresi berupa kemarahan yang meluap-luap
akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi
hipertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2.
Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang
primitif atau ke kanak-kanakan
3.
Fiksasi adalah peletakan pembatasan pada satu
pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu.
4.
Proyeksi merupakan usaha melemparkan atau
memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif kepada orang
lain.
5.
Identifikasi adalah menyamakan diri dengan
seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6.
Narsisme; adalah self love yang berlebihan
sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain.
7.
Autisme ialah menutup diri secara total dari
dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasi
nya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.
Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat
dalam lingkungan, sebagai berikut:
1.
kota – kota besar
2.
anak-anak muda usia
3.
wanita
4.
orang yang tidak beragama
5.
orang yang terlalu mengejar materi
Apabila kita kelompokan secara sederhana
berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat
diperinci sebagai berikut :
1.
Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk
manusia
2.
Penderitaan yang timbul karena penyakit,
siksaan/azab Tuhan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan
memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul
dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya
penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh
diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti
kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap
positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian
penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan
penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya
kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap
anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan
lain lain.
IV. Hubungan Manusia Dan Penderitaan
Allah adalah pencipta segala sesuatu
yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada isi
jagad raya ini. Beliau menciptakan mahluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah
tetap kekal dan tak pernah terikat dengan penderitaan.
Mahluk bernyawa memiliki sifat ingin
tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu
membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk
kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani
berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan.
Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia telah melakukang penganiayaan. Namun
bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesesatan
yang berujung pada penderitaan kekal di akhirat.
Manusia sebagai mahluk yang berakal dan
berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga pemikirannya dan
perasaanya. Tidak hanya naluri namun juga nurani.
Manusia diciptakan sebagai mahluk yang
paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlah. Manusia
perlu menjaga dirinya dan selalu mengharapkan perlindungan kepada penciptanya.
Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam penghidupanya, dan terkadang
sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi penghidupanya.
Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya
terhidar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusia
akan mengalami rasa sakit. Manusia selau berusaha memahami kehendak Allah,
karena bila hanya memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak
menderita didunia, namun sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada
pintu-pintu kesesatan dan membawa pada penyiksaan didalam neraka.
Manusia didunia melakukan kenikmatan
berlebihan akan membawa pada penderitaan dan rasa sakit. Muncul penyakit
jasmani juga terkadang muncul dari penyakit rohani. Manusia mendapat penyiksaan
di dunia agar kembali pada jalan Allah dan menyadari kesalahanya. Namun bila
manusia tidak menyadari malah semakin menjauhkan diri maka akan membawa pada
pederitaan di akhirat.
Banyak yang salah kaprah dalam menyikapi
penderitaan. Ada yang menganhap sebagai menikmati rasa sakit sehingga tidak
beranjak dari kesesatan. Sangat terlihat penderitaan memiliki kaitan dengan
kehidupan manusia berupa siksaan, kemudian rasa sakit, yang terkadang membuat
manusia mengalami kekalutan mental. Apa bila manusia tidak mampu melewati
proses tersebut dengan ketabahan, di akherat kelak dapat menggiring manusia
pada penyiksaan yang pedih di dalam neraka. Adapun akan lebih jelas akan
dibahas sebagai berikut.
V. Penderitaan Dalam Kehidupan
Sehari-hari
Berikut adalah
macam – macam penderitaan yang dirasakan berdasarkan umur seseorang:
1.
Anak
– anak
Menurut data tahun 2013 Badan PBB
untuk Anak-anak, UNICEF. Lembaga itu menguak, 1 dari 10 anak perempuan di dunia
mengalami pelecehan
seksual. Sementara, 6 dari 10 anak di seluruh dunia, yang total
jumlahnya mencapai 1 miliar, mengalami kekerasan fisik antara usia 2-14 tahun.
Berikut adalah
contoh contoh penderitaan pada anak anak:
·
Penjualan
anak dibawahh umur, penjualan anak dibawah umur ini merupakan kegiatan yang
ilegal dan ditentang dengan hukum. Namun di negara negara eropa, benua afrika,
banyak memperdagangkan anak kecil atau anak dibawah umur untuk dikirim ke
berbagai negara.
·
Di
negara timur tengah, negara yang selalu mengalami konflik dan perang
berkepanjangan bahkan mempergunakan anak dibawah umur untuk ikut berperang
membela negara. Anak anak yang harusnya bersekolah dan mendapat pendidikan yang
layak justru tidak sama sekali.
·
Anak
juga kerap kali menjadi korban saat kedua orang tua nya bercerai. Disini anak
akan mendapatkan penderitaan karna dia sudah tidak bisa lagi memiliki
kebersamaan keluarga, atau bahkan sudah lagi tidak mendapatkan kasih sayang
dari salah satu orang tuanya.
2.
Remaja
Penderitaan yang dirasakan oleh banyak
remaja di dunia saat ini ialah karna berbagai macam faktor. Berikut adalah
contoh contoh penderitaan pada remaja:
·
Di
afrika dan nigeria, penderitaan dialami para remaja berumur 16-19 tahun. Dia
dipaksa untuk menikah dengan para pemberontak di negara mereka.
·
Di
negara berkembang, banyak remaja pria atau wanita yang bekerja menjadi tenaga
kerja keluar negri untuk menafkahi keluarganya. Ini juga merupakan penderitaan
bagi seseorang tersebut. Dimana harusnya di usia produktif harusnya mengenyam
pendidikan yang layak.
3.
Orang
Dewasa atau Orang Tua
Penderitaan bukan hanya menimpa anak
anak, remaja, tetapi juga banyak menimpa orang dewasa atau orang tua. Tentu
penderitaan yang dialaami berbeda dengan sebelumnya. Penderitaan orang dewasa
atau orang tua banyak disebabkan karna kurangnya financial atau keuangan untuk
menjalani hidup. Berikut adalah contoh – contoh penderitaan pada orang dewasa
atau orang tua:
1. Susahnya mencari pekerjaan dan harga
sembako yang semakin meningkat drastis, membuat orang tua atau orang dewasa
yang sudah berkeluarga terkdanag harus berpikir keras bagaimana untuk meafkahi
kelurganya. Ini juga merupakan suatu penderitaan yang diterima secara batin.
2. Selain itu KDRT juga menjadi
penderitaan bagi orang dewasa atau orang tua yang sudah berkeluarga. Kdrt
merupakan salah satu penderitaan secara fisik yang dialami oleh seseorang.
3. Perginya pasangan hidup karna
meninggal juga menjadi penderitaan bagi orang dewasa atau orang tua
ditinggalkannya. Biasanya ini menjadi penderitaan yang mendalam dan berlarut
larut.
Penderitaan
yang timbul karena penyakit, siksaan Tuhan
Penderitaan
juga dapat terjadi karena penyakit, siksaan / azab Tuhan. Kesabaran, tawakal
dan optimisme merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan tersebut.
Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini antara lain :
·
Lahirnya
seorang bayi tanpa tangan dan kaki bahkan ada yang lahir kembar hanya memiliki
satu organ jantung dan ada pula yang tidak bisa melihat.
·
Seorang
ibu yang berjuang hidup dengan kecacatan fisik demi membiayai hidup anak-anaknya.
·
Anak
jalanan yang disiksa oleh petugas satpol pp hingga mengalami kematian.
Sebenarnya
banyak sekali contoh contoh dari penderitaan. Negara kita ini banyak sekali
memiliki penderitaan. Masyarakat kita yang mayoritasnya miskin semakin memperbesar
celah masuknya penderitaan bagi seseorang maupun keluarga. Kekurangan makan
atau sakit kemudian ditolak oleh rumah sakit pemerintah itu juga merupakan
sebuah penderitaan bagi seseorang. Makanya benar bila ada ungkapan yang
menyatakan bahwa jangan hanya melihat keatas saja, tapi lihatlah kebawah
juga. Masih banyak contoh penderitaan yang ada di negara ini, anak-anak
Indonesia yang kekurangan gizi buruk, karena sulitnya mencari nutrisi yang baik
bagi pertumbuhan anak akhirnya ada orang tua yang hanya bisa memberikan asupan
makanan seadanya bagi anak-anak mereka, sehingga akhirnya mereka menjadi pasien
gizi buruk.
VI.SIKSAAN DALAM KEHIDUPAN
SEHARI – HARI
Berikut adalah
contoh – contoh siksaan dalam kehidupan sehari – hari, antara lain:
1.
Rasa
Sakit
Rasa sakit adalah rasa yang penderita
akibat menderita suatu penyakit. Rasa sakit inidapat menimpa setiap manusia.
Kaya-miskin, besar-kecil, tua-muda, berpangkat ataurendahan tak dapat
menghindarkan diri darinya. Orang bodoh atau pintar, bahkan dokter.Penderitaan,
rasa sakit, dan siksaan merupakan rangkaian peristiwa yang satu dan lainnya
takdapat dipisahkan merupakan rentetan sebab akibat. Karena siksaan, orang
merasa sakit; dankarena merasa sakit, orang menderita. Atau sebaliknya, karena
penyakitnya tak sembuh-sembuh, ia merasa tersiksa hidupnya, dan mengalami
penderitaan.
2.
Anak jalanan yang disiksa oleh petugas
satpol pp hingga mengalami kematian. Ketika seoranng. anak jalanan yang sedang
meminta – minta, mengamen dll diamankan oleh petugas, namun mereka malahan
mendapat siksaan dari para petugas satpol pp. Ini sangat sering terjadi,
siksaan yang diterima anak kecil oleh petugas membuatnya tidak tahan dan banyak
dari mereka yang akhirnya meninggal.
Anak jalanan yang disiksa oleh petugas
satpol pp hingga mengalami kematian. Ketika seoranng. anak jalanan yang sedang
meminta – minta, mengamen dll diamankan oleh petugas, namun mereka malahan
mendapat siksaan dari para petugas satpol pp. Ini sangat sering terjadi,
siksaan yang diterima anak kecil oleh petugas membuatnya tidak tahan dan banyak
dari mereka yang akhirnya meninggal.
3.
Penyiksaan terhadap TKI kita, entah
yang ada di Malaysia Arab Saudi , dan ditempat lainnya. TKI kita bahkan disiksa
sedemikian rupa hingga terjadi luka-luka parah, di setrika, disundut rokok,
bahkan baru baru ini ada yang ditembak mati di Malaysia karena dugaan kasus
pencurian. Mengapa selalu hal yang diungkapkan negara yang bersangkutan yang
kita percayai, pernah ada kasus percobaan pemerkosaan menurut salah satu TKI
kita, tetapi ia disiksa dengan disundut rokok dan bahkan majikannya pun
berkilah mengenai hal tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi? Dimana peran
kedubes kita? Haruskan TKI kita terus menderita dengan tidak dibayarnya gaji
mereka maupun siksaan yang diterimanya.
Penyiksaan terhadap TKI kita, entah
yang ada di Malaysia Arab Saudi , dan ditempat lainnya. TKI kita bahkan disiksa
sedemikian rupa hingga terjadi luka-luka parah, di setrika, disundut rokok,
bahkan baru baru ini ada yang ditembak mati di Malaysia karena dugaan kasus
pencurian. Mengapa selalu hal yang diungkapkan negara yang bersangkutan yang
kita percayai, pernah ada kasus percobaan pemerkosaan menurut salah satu TKI
kita, tetapi ia disiksa dengan disundut rokok dan bahkan majikannya pun
berkilah mengenai hal tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi? Dimana peran
kedubes kita? Haruskan TKI kita terus menderita dengan tidak dibayarnya gaji
mereka maupun siksaan yang diterimanya.
4.
Neraka
Berbicara
tentang neraka, kita selalu ingat kepada dosa. Juga terbayang dalam ingatan
kita, siksaan yang luar biasa, rasa sakit dan penderitaan yang hebat. Jelaslah
bahwa antara neraka, siksaan, rasa sakit, dan penderitaan terdapat hubungan
yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Empat hal itu merupakan rangkaian
sebab-akibat. Manusia masuk neraka karena dosanya. Oleh karena itu, bila kita
berbicara tentang neraka tentu berkaitan dengan dosa.
VII.KEKALUTAN MENTAL DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI
1.
Frustasi
Frustasi merupakan suatu keadaan
ketegangan yang tak menyenangkan, dipenuhi perasaan dan aktivitas simpatetis
yang semakin meninggi yang disebabkan oleh rintangan dan hambatan. Frustrasi
dapat berasal dari dalam (internal) atau dari luar diri (eksternal) seseorang
yang mengalaminya. Sumber yang berasal dari dalam termasuk kekurangan diri
sendiri seperti kurangnya rasa percaya diri atau ketakutan pada situasi sosial
yang menghalangi pencapaian tujuan.
2.
Patah
hati
Patah hati adalah
suatu metafora umum yang digunakan untuk menjelaskansakit
emosional atau penderitaan mendalam yang dirasakan seseorang setelah
kehilangan orang yang dicintai, melalui kematian, perceraian, putus
hubungan, terpisah secara fisik atau penolakan cinta.
Patah hati
biasanya dikaitkan dengan kehilangan seorang anggota keluarga atau pasangan
hidup, meski kehilangan orang tua, anak, hewan peliharaan, orang yang dicintai
atau teman dekat bisa “mematahkan hati seseorang”, dan sering dialami ketika
sedih dan merasa kehilangan. Frasa ini mengarah pada sakit fisik yang dirasakan
seseorang di dada sebagai dampak kehilangan tersebut, tetapi ada pula
perpanjangannya yang meliputi trauma emosional ketika perasaan tersebut tidak
dialami sebagai wujud sakit somatik. Meskipun “patah hati” biasanya tidak
memberi kerusakan fisik apapun pada jantung, ada sebuah kondisi bernama
“sindrom patah hati” atau kardiomiopati Takotsubo, yaitu ketika sebuah insiden
traumatik mendorong otak untuk menyalurkan zat-zat kimia ke jaringan jantung
yang melemah.
3.
Trauma
Setiap orang pasti pernah punya
pengalaman traumatis, seperti ditinggal oleh orang yang dicintai, menderita
penyakit serius, perceraian, kecelakaan, pelecehan, dipermalukan, melihat
kejadian mengerikan dan sebagainya. Pada saat itu, kita mungkin akan merasa
sangat gelisah atau mengalami “guncangan perasaan” yang membuat kita tidak bisa
tidur nyenyak selama beberapa hari. Tetapi biasanya guncangan perasaan itu akan
berlalu, dan kehidupan menjadi lebih normal kembali. Contoh kasus trauma yang
hilang dengan sendirinya, misalnya Anda mengalami kecelakaan mobil. Mungkin
Anda menjadi takut menyetir atau sangat berhati-hati saat menyetir. Namun
setelah beberapa minggu berlalu, Anda sudah kebut-kebutan di jalan lagi. Inilah
trauma sementara yang sering kita alami. Namun bagi beberapa orang, “guncangan
mental” itu tidak pernah berlalu. Selalu dihantui oleh perasaan mencekam dan
hidup tidak pernah tenang, seolah kejadian traumatis terus menerus terjadi.
Seseorang yang merasa seperti ini mungkin menderita Post Traumatic Stress
Disorder (PTSD) atau disebut oleh orang awam sebagai “trauma”, sebuah gangguan
psikologis yang menyebabkan penderitanya tidak bisa merasakan kedamaian. Pada
hakekatnya semu rasa penderitaan, siksaan, kekalutan mental dengan manusia itu
berdampingan bahkan penderitaan itu selalu ada pada setiap manusia karena
penderitaan merupakain rangkaian dari kehidupan. Setiap orang pasti pernah
mengalami penderitaan, siksaan, ataupun kekalutan mental.
Semua hal itu
dapat teratasi tergantung bagaiamana
seseorang menyikapi hal tersebut.
Banyak hikmah dan pelajaran yangdapat diambil dari
penderitaan, siksaan, dan kekalutan mental. Tidak semua yang dialami oleh
seseorang membawa pengaruh buruk bagi orang yang mengalaminya. Melainkan dengan
penderitaan kita dapat mengetahui kesalahan apa yang telah kita perbuat atau
sebagai media untukmenginstropeksi diri. Karena penderitaan,siksaan, dan
kekalutan mental tidak akan muncul jika tidak ada penyebabnya.
Ulasan
dan Pendapat
Pada
kesempatan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai manusia dan
penderitaan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku
kehidupan manusia. Penderitaan yang muncul karena perbuatan buruk manusia
Menurut pandangan
saya, penderitaan ini muncul disebabkan hubungan antara manusia dengan
lingkungan sekitarnya baik dengan antar sesama manusia ataupun dengan alam.
Penderitaan ini dapat muncul karena ketidak harmonisan antara elemen satu
dengan yang lainnya. Contohnya pada hubungan dalam bermasyarakat, ada kalanya
didalam bermasyarakat terdapat perbedaan pendapat yang dapat menimbulkan
perselisihan diantara satu dengan yang lainnya, hal ini bisa saja mengakibatkan
timbulnya rasa dengki, marah, bahkan saling menuduh atau menjelek-jelekan. dari
sinilah penderitaan muncul karena perbuatan saling tidak menyukai tersebut.
Dalam hal ini, penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara batin karena
terdapat rasa sakit hati apabila ada seseorang yang menjelek-jelekan bahkan
rasa itu bisa saja semakin sakit apabila sudah terjadi pertengkaran yang
membuat hubungan didalam masyarakat sudah tidak ada rasa nyaman dan aman.
Selain
karena ketidak harmonisan dengan sesama, ketidak harmonisan dengan alam juga
dapat membawa penderitaan. contohnya apa yang sedang terjadi saat ini yaitu
bencana alam terjadi dimana-mana. karena kesalahan manusia terhadap alam lah
yang membuat alam menjadi tidak bersahabat lagi dengan manusia maka muncul lah
penderitaan pada setiap orang yang terkena bencana alam. penderitaan yang
dialami adalah penderitaan secara fisik dan batin, karena mereka yang terkena
bencana alam harus rela kehilangan harta benda bahkan keluarga mereka.
Penderitaan
yang muncul karena suatu penyakit/siksaan
Penderitaan
manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun
kesabaran, tawakal, dan optimism dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi
penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia.
Beberapa kasus penderitaan dapat diungkapkan berikut ini : Seorang anak lelaki
buta sejak diahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan,
kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat dengan mata hatinya terang
benderang. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di universitas
dan akhirnya memperoleh gelar doctor di Universitas Sourbone Perancis. Dia
adalah Prof.Dr. Thaha Husen, guru besar Universitas di Kairo, Mesir.
Pendapat mengenai
penderitaan terhadap anak-anak, remaja dan orangtua :
Penderitaan
terhadap anak-anak berbekal data dari 190 negara UNICEF mencatat bahwa seluruh
anak-anak di dunia secara terus-menerus di lecehkan secara fisik maupun
emosional mulai dari pembuuhan, tindakan seksual, bullying, dan penegakkan
disiplin yang terlalu kasar. Anak-anak yang harusnya mendapat kasih sayang pada
kenyataannya malah mendapatkan penderitaan yang begitu besar. Contohny seperti
penjualan anak dibawah umur, yang merupakan kegiatan illegal dan ditentang
dengan hukum. Kasus selanjutnya yaitu anak-anak yang dijadikan sebagai sumber
pencari uang bagi oangtuanya atau eksploitasi anak juga merupakan sebuah
penderitaan bagi anak tersebut, tidak sedikit yang melakukan eksploitasi anak
dibawah umur. Penderitaan jasmani dan psikis akan dialami oleh anak tersebut.
Banyak penderitaan yang dirasakan oleh
anak remaja karena berbagai macam faktor contohnya di Afrika dan Nigeria yang
dialamai oleh para remaja berumur 16 sampai 19 tahun dipaksa menikah dengan
para pemberontak dinegara mereka. Selain itu banyak remaja wanita jaman
sekarang yang hamil diluar nikah dimana ia harus menerima dan merawat bayi yang
dikandungnya sementara ia masih mengenyam bangku pendidikan. Belum lagi jika
pihak laki tidak mau bertanggung jawab dan lari begitu saja, dan ada juga
narkoba dan penyakit mematikan seperti Aids.
Tidak hanya menimpa anak-anak
remaja, tetapi juga banyak menimpa orang dewasa dan penderitaan yang dialami
juga berbeda. Penderitaan orang dewasa atau orangtua banyak disebabkan karena
kurangnya financial atau keuangan untuk menjalani hidup. Contoh penderitaan
pada orang dewasa yaitu susahnya mencari pekerjaan dan harga sembako yang
semakin meningkat drastic, selain itu KDRT juga menjadi penderitaan bagi orang
dewasa atau orang tua yang sudah bekerluarga.
DAFRTAR PUSTAKA
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.com/2012/11/manusia-dan-penderitaan.html
Comments
Post a Comment